Guru SLTP Bantah Tudingan Terlibat Tindakan Kriminalitas

Pengendara Sepeda Motor Muklisin, tidak sadarkan diri setelah diduga dianiaya warga setempat di Jln. Raya Kopyah. (Photo Doc. Kontributor MR Muhaemin)Indramayu, (MR)
KECELAKAAN Lalulintas (Lakalantas) di Jln. Raya Kopyah Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat, Sabtu malam Minggu (28/5) sekitar PKL : 20 : 12 WIB, antara pengendara Sepeda Motor Musklisin, (22), dengan pengendara Sepeda Ontel Wimah, (70), mengundang rasa priahatin. Pasalnya, dibalik Lakalantas itu terindikasi ada kriminalitas mengakibatkan Muklisin tidak sadarkan diri.

Warga Desa Kopyah, Muklisin, menjelaskan kronologis musibah Lakalantas yang mengakibatkan dirinya dianiaya hingga luka-luka memar diwajah dan kehilangan giginya.

“Pada malam itu saya mengendarai Sepeda Motor dari arah utara melaju ke arah selatan dengan posisi disebelah kiri jalan, tetapi dari arah selatan sebelah kanan jalan ada kendaraan truk berhenti didepan toko Helm menghalangi pandangan, “ katanya.

Dan dibelakang kendaraan truk itu ada perempatan Gang, dimana Warga Kopyah Wimah, menyeberang jalan dengan naik Sepeda Ontel, jadi saya dan Wimah tidak saling mengetahui karena pandangannya terhalang kendaraan truk, maka terjadilah musibah Lakalantas waktu itu saya minta bantuan Pedagang Ikan Bakar, Son, dan saat hendak mengamankan Wimah, saya dikeroyok dipukuli hingga tidak sadarkan diri, ujar Muklisin.

Mekipun begitu, Muklisin, mengaku masih ingat dari banyak orang yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) musibah Lakalantas di Jln. Raya Kopyah, baik yang sebagai saksi mata atau yang diduga pelaku tindakan kekerasan semuanya warga Kopyah diantaranya berinisial Son, Ren, Kol, At dan Im. “ Saya merasa dirugikan sehingga tindakan kriminalitas itu saya laporkan ke Polsek Anjatan, “ tegas Muklisin, kepada Kontributor MR Muhaemin, (21/6).

Penduduk Kopyah, Ren, yang berprofesi guru disalah satu SLTP di Kec. Anjatan, sewaktu dikonfirmasi Wartawan Media Rakyat dan Wartawan Suara Kedaulatan Rakyat diruang Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2016/2017 Senin (27/6), pihaknya membantah tudingan keterlibatan tindakan kriminalitas tersebut. “ Saya memang ada dilokasi Lakalantas tetapi hanya menolong korban, “ katanya.

Saya tidak mengetahui ada tindakan kekerasan terhadap pengendara Sepeda Motor Muklisin, soalnya waktu itu dilokasi Lakalantas banyak orang sementara saya berupaya mencari kendaraan untuk membawa korban pengendara Sepeda Ontel Wimah ke Puskesmas Anjatan, tetapi begitu saya membawa mobil, korban Lakalantas sudah dibawa ke Puskesmas Anjatan, terang Guru SLTP di Kec. Anjatan, Ren. >>Mukromin

Related posts